oleh

Kasus Penembakan Mahasiswa UHO, Dua Nama Polisi Hilang dari Daftar Terperiksa

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Keseriusan pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menuntaskan kasus penembakan dan pembunuham dua orang mahasiswa Universitas Halu Oleo, Immawan Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi patut diragukan.

Pasalnya, dua nama anggota Polri yang berdinas di Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Sultra tiba-tiba menghilang dari daftar terperiksa. Keduanya adalah berinisial GM dan E.

Berdasarkan keterangan Karo Provos Divisi Propam Mabes Polri, Brigjen Pol Hendro Pandowo, kedua nama itu sebelumnya masuk dalam terperiksa kasus yang menjadi noktah hitam perjalanan kehidupan berdemokrasi bangsa Indonesia itu.

“Keenamnya adalah DK, GM, MA, MI , H dan juga E,” beber Hendro Pendowo di depan awak media saat itu.

Bahkan dua orang itu juga tak masuk dalam Surat Telegram Mutasi yang dikeluarkan oleh Polda Sultra. Nama baru yakni MAP dan FS dari Sat Reskrim Polres Kendari justeru muncul sebagai terperiksa dan mendapat mutasi.

Raibnya dua nama itu terkuak melalui surat telegram nomor : ST/969/X/KEP.2./2019 dengan perintah AAA TTK REF KEP Kapolda Sultra Nomor : KEP/383/X/2019 tanggal 5 Oktober 2019 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan serta mutasi lingkup Polda Sultra.

Dalam catatan Propam Polda Sultra, yang ikut menjalani sidang membawa senjata api saat pengamanan aksi unjuk rasa hanya ada DK, FS, MA, MAP, MI dan H. Sementara GM dan E tak ada.

Kepala Bidang Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhardt yang dikonfirmasi terkait hal ini belum bisa menyampaikan apa-apa. Ia mengaku dirinya belum mengetahui soal tersebut.

“Kita cek dulu yah. Saya akan cek dulu inisial itu,” kata Harry via telefon selulernya. (RF)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed