oleh

Novel Baswedan Dipolisikan, Roy Suryo: Dewi Tanjung Hanya Cari Sensasi

INIKATASULTRA.com Serangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih terus bergulir hingga berujung finah dan pelaporan ke polisi.

Novel dituding berbohong terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpanya. Bahkan, tudingan tersebut juga berujung pelaporan ke Polda Metro Jaya yang dilakukan oleh politisi PDIP Dewi Ambarwati alais Dewi Tanjung.

Melihat fenomena tersebut, pakar telematika yang juga politisi Partai Demokrat, Roy Suryo mengatakan, kasus penyiraman air keras yang dialami Novel merupakan benar terjadi. Sehingga, siapapun yang menuding itu rekayasa dinilai hanya mencari sensasi.

“Novel Baswedan adalah benar-benar korban penyerangan H2SO4 (air keras). Sungguh keji kalau ada yang menudingnya hanya “rekayasa” belaka, apalagi dia sekedar mencari sensasi,” kata Roy Suryo di akun Twitter @KRMTRoySuryo2, Jumat malam (8/11/2019).

Karena itu, lanjut Roy, tudingan-tudingan yang mengarah kepada Novel tidaklah memiliki bukti-bukti valid. Sehingga, tanggapan Novel terhadap pelapor dirinya merupakan tindakan yang ngawur adalah benar adanya.

“Tanpa memiliki sumber-sumber bukti yang valid dan ilmiah, semua hanya berdasarkan penglihatan awam terhadap tayangan-tayangan sekunder media saja dan tanpa kapasitas analisis yang memadai, maka wajar jika Novel Baswedan menyebut tudingan saudari Dewi Tanjung ini ‘gawur’,” pungkasnya.

Sebelumnya, penyidik senior KPK Novel Baswedan dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Dewi Tanjung.

Novel disebut melakukan rekayasa terkait kasus penyiraman air keras. Novel dianggap melakukan kebohongan publik terkait penanganan matanya itu.

Dewi menyebut ada hal-hal yang janggal dari penanganan mata Novel Baswedan usai teror penyiraman air keras itu.

“Ada beberapa hal yang janggal dari semua hal yang dialami. Dari rekaman CCTV dia, dari bentuk luka, dari perban, kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta. Gitu kan,” ucap Dewi, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Dia membawa bukti berupa rekaman video Novel saat berada di rumah sakit di Singapura, rekaman kejadian penyiraman, rekaman saat Novel keluar dari rumah sakit hingga foto-foto Novel yang diperban di bagian kepala dan hidung.

Dewi melaporkan Novel dengan pasal penyebaran berita bohong melalui media elektronik. Laporan polisi itu tertuang dalam nomor LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit Krimsus. Pelapor dalam hal ini Dewi Tanjung sendiri dan terlapor Novel Baswedan. (Rmol/IS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed