oleh

Bupati Bombana: Kepala Daerah Mau Dua Periode? Jalankan Program BP Jamsostek

KENDARI, INIKATASULTRA.com Bupati Bombana, H Tafdil mengakan kepala daerah di Sulawesi Tenggara untuk mendaftarkan mayarakatnya ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek), jika ingin dua periode dalam memimpin daerahnya.

Hal tersebut disampaikan saat H Tafdil sebagai salah satu narasumber di acara Talkshow terkait Peningkatan Kepesertaan Bukan Penerima Upah melalui Sinergi antara Pemda dan BPJS Ketenagakerjaan guna meningkatkan Kesejahteraan Rakyat, yang diselenggarakan oleh BP Jamsostek bersama eL FATA Institut, di salah satu Hotel di Kendari, Senin (2/12/2019).

“Bupati mau dua periode laksanakan program BP Jamsostek. Saya sudah dua periode karena saya jalankan program pekerja bukan penerima upah dari BP Jamsostek, ini adalah program sosial,” ucap Bupati Bombana saat menyampaikan materinya didepan ratusan peserta.

H Tafdil terpilih pada periode kedua saat ikut dalam Pilkada 2017, ia menjelakan, saat ini pihaknya telah menerbitkan regulasi kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja. Baik itu sektor pekerja penerima upah maupun pekerja bukan penerima upah.

“Alhamdulillah sekarang sudah 6.000 perkerja yang kami ikutkan kepersetaan di BP Jamsostek. Hal itu dilakuakan sejak tahun 2018 sampai Tahun 2022, agar 6.000 pekerja rentan dilindungi BP Jamsostek,” jelasnya.

Hal itu dilakukan guna melindungi pekerja di wilayah Bombana dari resiko kerja. Program perlindungan dari BP Jamsostek dinilai sangat membantu dalam meringankan beban keluarga apabila kepala keluarga mengalami musibah ataupun meninggal dunia.

“Karena jaminan sosial bagi masyarakat sudah diatur dalam UUD, anggaran yang dikeluarkan Rp. 1,1 Miliar, sudah bisa tanggung 6.000 pekerja bukan penerima upah,” bebernya.

Dengan mendaftarkan para pekerja bukan penerima upah
di BP Jamsostek, para pekerja rentan yang sebelumnya didaftarkan dalam jaminan sosial ketenagakerjaan, dimana iurannya sepenuhnya dibayarkan oleh Pemda Bombana.

Adanya program perlindungan dari BP Jamsostek sangat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, baik itu biaya pemakaman, maupun santunan yang digunakan untuk membuka usaha sebagai pengganti sumber penghasilan keluarga yang selama ini hanya diperoleh dari pekerjaan kepala keluarga yang telah meninggal dunia.

“Untuk saat ini yang kami berikan kepada pekerja meninggal karena sakit, kalau kecelakaan dalam berkerja belum, karena belum ada yang mengalami itu. Mereka diberikan Rp. 36 juta, diserahkan langsung ke alih waris, ini sudah dilakukan di Bombana,” pungkasnya. (IS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed