oleh

Cerita Bisnis Narkoba Oknum PNS Kendari yang Terhenti di Tangan Petugas BNNP Sultra

KENDARI, INIKATASULTRA.com Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS), di salah satu instansi di Kota Kendari dengan inisial RS (30) ditangkap lantaran berbisnis narkotika jenis sabu.

Tak tanggung-tanggung, hampir 1 kilogram sabu diamankan dari tangan abdi negara yang berkolaborasi dengan dua rekannya yang juga warga Kota Kendari, Sultra.

Cerita bisnis jualan narkotika jenis sabu yang dijalankan oleh RS terhenti di tangan petugas BNNP Sultra berawal pada Sabtu, 21 Marat 2020.

Petugas berhasil mengamankan 3 orang yang diduga sebagai pengedar narkotika golongan I jenis sabu dengan berat bruto sebanyak 958,42 gram.

Para tersangka ditangkap pada tengah hari sekira pukul 12.25 WITA. Mereka adalah lelaki dengan inisial RM (25) dan isterinya SP (26) warga Jalan Y. Wayong RT 1 RW 011/004, Kelurahan Tobuuha Kecamatan Puuwatu Kota Kendari, serta RS yang beralamat KTP di Desa Langgea RT1 RW 002/001 Kelurahan Langgea, Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan.

“Ketiga tersangka kami amankan di Jalan Laute Baru, Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara,” kata Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol Ghiri Prawijaya.

Ghiri mengatakan, penangkapan ketiga tersangka ini berawal dari laporan masyarakat yang menyebut ada seseorang yang diduga sebagai pengedar narkotika yang berdomisili di wilayah Laute Baru Kata Kendari.

“Selanjutnya, atas instruksi kami, petugas BNNP Sultra melakukan penyelidikan yang mandalam hingga pada pada hari Sabtu, 21 Marat 2020 tim bidang pemberantasan BNNP Sultra mendapat informasi bahwa target akan menjemput narkotika jenis shabu dan akan dibawa kerumahnya di Jalan Laute Baru,” ungkap Ghiri.

Setelah target kembali ke rumahnya, lanjutnya, tim bidang Pemberantasan BNNP Sultra langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan hingga akhirnya tim berhasil mengamankan Barang Bukti Narkotika dan Non Narkotika dari tangan para tersangka.

“Kami amankan 6 bungkus narkotika jenis sabu dengan total berat 301,62 gram yang ditemukan di dalam bagasi motor. Kemudian ada 8 bungkus lainnya dengan total berat 656,80 gram yang ditemukan di dalam rumah. Jumlah total barang bukti narkotika jenis sabu yang disita sebanyak 958,42 gram,” beber Ghiri.

Berdasarkan pengakuan dari para tersangka, sabu ini diperoleh dari pengendali jaringan di Sulawesi Selatan dan didapat dengan modus sistem tempel sesuai arahan pengendali.

“Pasal yang disangkakan adalah Pasal 114 ayat(2) Subs Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Pidana Mati, Pidana Penjara Seumur Hidup atau Pidana penjara paling singkat 6 (enam) Tahun serta paling lama 20 (due puluh) Tahun,” pungkas Ghiri. (RF)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed